Dear All,

Tahun 2018 bukan tahun yang baik untuk semua orang. Ada suka dan duka didalamnya.

Ada yang merasa tahun ini begitu luar biasa, karena kebetulan membeli, menyimpan, dan setia hanya pada 1 – 2 saham yang rally panjang (super bullish), lalu keluar dan tidak kembali masuk lagi.

Ada yang merasa terlambat masuk, karena bulan terbaik di tahun 2018 itu di bulan Januari – Februari. Return kenaikan saham – saham sepanjang bulan itu mengalahkan return sepanjang tahun 2017 sebelumnya.

Ada yang merasa ini tahun yang sangat berat karena IHSG bergerak downtrend, dan saham – saham yang mereka miliki turun lebih dalam daripada IHSG itu sendiri. Ini waktunya mereka give up, pasar saham tidak cocok untuk mereka, pasar saham itu terlalu banyak iming – imingnya. Ya, jika Anda memulai transaksi saham dengan mencontoh orang – orang yang pakai mobil mewah, rumah mewah, jam tangan mewah, pamer portfolio (nasabah)-nya, ya, Anda korban dari iming – iming itu. Karena bisa jadi mereka dari sononya sudah ‘kaya’ versi mereka, bukan dari saham. That’s the ugly truth ya.

Oke, pada kesempatan ini, kami akan mereview sedikit kinerja analisa dan rekomendasi kami sepanjang tahun 2018. Perlu Anda ketahui, semua analisa teknikal kami, segala rekomendasi teknikal kami, kami jalankan sepenuhnya dalam trading plan yang Anda terima via watchlist GS PRO.

Setiap member kami akan tahu apa yang dibeli, apa yang dijual, di harga berapa, dan berapa lama disimpan. Mengapa kami melakukan ini? Karena GaleriSaham pada awalnya adalah trading plan internal kami sendiri dan bagi client – client institusi kami.

Jadi, apa yang Anda lihat, metode perhitungan, kinerja, saham pilihan, adalah yang sesuai standar investor – investor besar, bukan goreng – gorengan ya.

Berikut adalah tabel kinerja kami sepanjang tahun 2018:

Tabel kinerja GS PRO sepanjang tahun 2018

Tabel di atas menunjukkan kinerja bulanan kami (kolom Month on Month), kinerja kumulatif kami (year to date), dan kinerja tahunan kami dari bulan ke bulan (kolom year on year). Bagaimana cara bacanya?

GSP Adalah GS PRO, dan IHSG adalah benchmark kami. Target kami adalah outperform jauh di atas IHSG dengan konsep trend following, membeli saham di awal fase rally, hold, dan menjual ketika terindikasi pembalikan arah. Tonton: Kunci Utama Analisa Saham Profit Maksimal.

Kinerja Month on Month:
Bandingkan kinerja GSP vs IHSG. Jika background-nya hijau, maka menunjukkan outperform. Terlihat dari 12 bulan, GSP outperform sebanyak 8x dengan rata – rata return bulanan sebesar +1.56%.

Kinerja Year to Date:
Akumulasi dari bulan ke bulan atas kinerja GSP maupun IHSG. Bisa dibilang, pada kolom ini merupakan jumlah riil dari kinerja bulanan. Terlihat bahwa bulan Februari adalah bulan dengan akumulasi keuntungan tertinggi yang mencapai +24.78%, jauh di atas IHSG yang hanya tumbuh +3.80%.

Hingga akhir tahun 2018, kinerja akumulasi masih bertahan positif di angka + 17.47%, menurun dari bulan Februari karena pasar memang tidak begitu kondusif, namun jauh lebih baik daripada IHSG yang ternyata turun sebanyak -2.54%. Penurunan IHSG sempata mencapai -8.75% di bulan Juni 2018. ingat, biasanya saham (portfolio) yang tidak ter-manage dengan baik akan turun 3x lipat dari pernurunan IHSG. Tonton: Portfolio Zombie.

Kinerja Year on Year:
Di kolom ini, kita membandingkan pencapaian di bulan tertentu dengan bulan yang sama setahun sebelumnya. Jadi Bisa di cek, jika tertulis +32.74% di bulan juni pada kinerja GSP, maka itu adalah membandingkan NAV di kolom growth GSP sebesar 14.569.01 terhadap NAV bulan yang sama di tahun 2017. Sama persis seperti reksadana.

Catatan:
Kami menghitung kinerja portfolio kami, kinerja portfolio kami, dan reporting kami, sama persis dengan pengelolaan reksadana. Kami menyampaikan kinerja apa adanya, bukan sekedar hitungan sederhana merata – ratakan saham – saham performer yang tidak ada di dalam portfolio. Kinerja saham dirata – ratakan tidak akan mencerminkan portfolio yang sesungguhnya!

Berikut adalah visualisasi kinerja GS PRO sepanjang tahun 2018:

Grafik kinerja GS PRO vs IHSG 2018

Grafik di atas secara visual memberikan gambaran bahwa metode trend following yang menjadi basis analisa GS PRO menjadi metode yang dalam jangka pendek, menengah, hingga panjang mampu mengalahkan IHSG. Ikuti tren naik, hindari tren turun. Jangan sampai Anda menjual terlalu cepat ketika uptrend, menyimpan terlalu lama ketika downtrend. Tonton: Naik dikit, dijual turun banyak, dihold.

Apa saja saham – saham yang berkontribusi positif maupun negatif bagi portfolio GS PRO sepanjang tahun 2018?

Top 10 Gainer & Loser

Tabel di atas menunjukkan bahwa metode kami yang berbasis trend optimizer mampu memilih saham dengan lebih sistematis dan membuat trading plan yang terperinci. Hasilnya, membeli saham yang berpeluang rally dan menyimpannya dengan maksimal mengikuti tren naik. Menghindari saham yang gagal uptrend dan menjualnya sesegera mungkin. Semua dilakukan dengan sistematis sesuai dengan SOP yang jelas.

Rata – rata cutloss di kisaran 5 – 7%. Ketika profit, keuntungannya bisa jauh di atas level cultoss. Tidak rela cutloss? Jangan trading saham ya:)

Berikut adalah komposisi sektoral di akhir periode:

Komposisi sektoran portfolio GS PRO

Sebelum lanjut, coba lihat kembali tabel kinerja GS PRO paling atas. Di bagian bawahtabel tersebut tertera composition Cash : Stock. tertulis 44 : 56. Ini artinya, per akhir tahun 2018, cash mencapai 44% dari portfolio, dan portfolio kami hanya terisi saham sebanyak 56%. Dari 56% saham inilah komposisi sektoral di tabel atas tercermin. Sementara ini paling banyak di basic industry, construction, dan agriculture.

Dengan porsi cash yang banyak (44%), portfolio akan sangat fleksibel dalam mengambil peluang ketika pasar bullish, dan akan flexible juga untuk keluar dari posisi yang dimiliki jika pasar bearish.

Walau terasa berat, kami menilai tahun 2018 adalah tahun yang bagus, karena kinerja portfolio bisa tetap positif, bahkan jauh di atas IHSG, dan di atas bunga Deposito. Kunci keberhasilan transaksi adalah memiliki trading plan. Dan trading plan bisa dimiliki jika Anda memiliki satu dari dua hal ini: Analis yang bisa diandalkan, atau Anda memiliki metode yang bisa Anda andalkan. Semua kembali ke pilihan Anda.

Metode trend following ini menjadi dasar analisa dan rekomendasi kami, yang bisa Anda nikmati dan andalkan di layanan trading plan kami: GS PRO. (oh iya, GS PRO lagi ada promo dari 6 – 12 Februari 2019. Cek PROMO disini ya)

Jika Anda ingin belajar mandiri menganalisa dan membuat trading plan, bisa ikuti program training spesial kami: Systematic Trading Management for Mega Profit (STM) yang dapat Anda cek informasi dan jadwalnya disini.

Free Newsletter

Segera daftarkan email anda ke mailing list kami untuk memperoleh informasi & rekomendasi saham terbaru via email setiap hari secara gratis (tanpa syarat apapun)

Pendaftaran berhasil - Cek email anda untuk proses verifikasi