Ketika sebuah harga saham sudah naik tajam dalam sehari dua hari±20%, kebanyakan dari kita malah beli di harga tinggi. Padahal, justru pembelian yang seperti ini adalah bahaya. Kok bisa, kenapa?

Karena harga yang sudah naik tinggi, biasanya sangat rawan terjadi koreksi.

Seperti contoh saham KAEF di atas, bayangin kalo kamu membeli saham di harga paling pucuk (lingkaran hijau), hasil yang akan kamu dapatkan malah nyangkut bukan? Apalagi saham ini juga masih berada di bawah MA200 (garis merah), yang artinya masih berada di fase downtrend.

Sehingga, sangat tidak disarankan jika kita membeli di harga yang sedang naik tajam. Jadi gimana dong tipsnya?

Tunggu Saham Ini Berkonsolidasi Dulu

Harga yang sudah naik tinggi, jangan dikejar. Lebih baik kita tunggu konsolidasi hingga terbentuk support baru dulu. Ibarat kita lagi naik mobil, kalo lagi perjalanan jauh pasti kita juga butuh istirahat, isi bensin untuk lanjut perjalanan lagi bukan?

Jadi, kamu harus tunggu saham ini berkonsolidasi terlebih dahulu hingga terbentuk support baru. Selama tidak terbentuk support baru gimana dong? Ya jangan dibeli.

Seperti contoh saham ADRO, sesudah naik tajam, saham ini selalu berkonsolidasi terlebih dahulu. Dan konsolidasi ini juga membentuk bullish flag pattern, yaitu bullish flag.

Nah disini kamu bisa pantau dan cermati saham-saham yang memiliki karakter seperti ADRO. Jangan malah membeli ketika saham sedang naik tajam-tajamnya.

Gimana, kamu udah ngerti kan kenapa jangan membeli saham yang lagi naik tajam?

Jangan sampai karena FOMO, kita malah beli saham di pucuk.


Free Newsletter

Segera daftarkan email anda ke mailing list kami untuk memperoleh informasi & rekomendasi saham terbaru via email setiap hari secara gratis (tanpa syarat apapun)

Pendaftaran berhasil - Cek email anda untuk proses verifikasi