JSMR Break Resist, Buy TP 3200

JSMR-10-08-24

Akhirnya JSMR mampu break resisten di level 2800. Dengan demikian peluang untuk mencapai target dari penembusan All Time High JSMR ke 3200 terbuka lebar. MACD Uptrend diikuti ADX yang terus meningkat menandakan kekuatan tren naiknya. Rekomendasi: Buy, Stoploss 2800.

Disclaimer ON

2nd Anniversary of GaleriSaham.com – Bagaimana Hasil Investasi Anda Selama Ini?

Bagaimana hasil investasi anda selama ini? Apakah untung? Rugi? Atau tidak menghasilkan apa – apa?

Tak terasa website ini sudah berusia 2 tahun. Pertama kali website ini dibuat pada 19 Juli 2008 ketika depresi, pesimisme, dan keputusasaan mulai melanda hampir semua investor di seluruh belahan dunia. Alhasil website ini pun sempat vakum selama 1 tahun lebih. Sejalan dengan perkembangan pasar modal disertai pemulihan ekonomi, akhirnya pasar modal Indonesia mampu pulih dari keterpurukan, bahkan menjadi salah satu bursa saham yang mencatatkan pertumbuhan terbaik di dunia. Saat ini IHSG mampu melampaui level tertingginya sebelum krisis, hal langka, yang pada kenyataannya tidak mampu dicapai oleh bursa saham negara – negara maju seperti Amerika, Inggris, Jerman, Jepang, bahkan bursa Cina sekalipun walaupun Cina mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi di dunia pada periode yang sama.

Pada Bulan November 2009 akhirnya saya memutuskan untuk mengaktifkan kembali website ini. Saat itu IHSG bertengger pada level 2400. Artinya IHSG telah memberikan return sebesar 118% semenjak menyentuh level terendahnya di 1100 pada Oktober 2008. Coba bayangkan, dimana anda dapat berinvestasi yang memberikan return 118% hanya dalam waktu 1 tahun? Bahkan ada beberapa saham yang memberikan return jauh lebih tinggi dari return IHSG.  Akan tetapi, bagaimana kenyataannya? Hati kecil bertanya, berapa banyak investor yang menikmati return dari total portfolio-nya sebesar itu? Berapa banyak yang menikmati keuntungan setengahnya? Berapa banyak yang sudah keluar dari pasar saat IHSG rebound ke 1200 karena mempunyai keyakinan krisis akan kembali memburuk? Bahkan pada kenyataannya tidak sedikit investor yang ternyata mengalami kerugian di tengah market yang super bullish ini.

(more…)

ASII Menguji Support, Speculative Buy TP 55500.

ASII-10-06-30

ASII terlihat sedang menguji support-nya di 47000. Jika mampu bertahan di levle ini, besar peluang untuk melanjutkan penguatan ke 51000. Jika level ini tertembus, target selanjutnya ke 55500. Perlu berhati – hati karena MACD dan ADX berpotensi menurun. Rekomendasi: Speculative Buy, Stoploss di 45000.

Disclaimer ON

Banking Systems Most Exposed to Troubled Europe (PIIGS) Nation

Berikut kami sajikan artikel dari CNBC mengenai sistem perbankan yang memiliki exposure ke negara – negara eropa yang bermasalah PIIGS. PIIGS adalah singkatan dari kelompok negara Portugal, Italy, Ireland, Greece, dan Spain. Selamat membaca dan semoga berguna. Anda juga dapat membaca artikel ini di kolom kiri website ini pada bagian HALAMAN.

Banking System

Nations Most Exposed To The PIIGS

The European sovereign debt crisis continues to rattle global markets as uncertainty over austerity measures and a proposed bailout have people questioning whether the Eurozone will be able to survive more financial trauma.

(more…)

Mata Uang Negara Eropa Sebelum EURO

Inilah mata uang masing – masing negara yang tergabung dalam zona dan mata uang Euro. Apa sajakah itu? Berapa nilainya sekarang terhadap US Dollar? Selamat membaca artikel berbahasa Inggris di bawah ini. Semoga berguna. (sumber: CNBC) Anda juga bisa menemukan artikel ini di kolom kiri website ini bagian HALAMAN.

Europe Currency

The Value of Pre-Euro Currencies

The European Union’s single currency continued to slump, despite a $1 trillion rescue loan package, as traders and investors remained skeptical about the fiscal strength of euro zone members like Greece and Portugal.

(more…)

Bagaimana Sebuah Pola Dapat Membantu Anda? (Head & Shoulder)

Rangkaian pergerakan harga dalam sebuah grafik cenderung membentuk suatu pola. Pola yang terbentuk kadang terjadi berulang, baik di saham yang sama maupun berbeda. Kami sering (dan percaya) bahwa pola dapat menunjukkan arah pergerakan selanjutnya. Salah satu yang sering dan berulangkali kami hadirkan adalah pola Head & Shoulder. Mendengar namanya seperti merk sebuah shampo:) disebut demikian karena membentuk 2 bahu dan 1 kepala. Pola ini merupakan pola pembalikan arah. Pada kesempatan kali ini kami tidak akan menjelaskan apa itu pola Head & Shoulder karena sudah kami bahas sebelumnya dengan contoh pada saham INDF (Head & Shoulder, Seberapak Efektifkah???). Pada kesempatan ini kami hanya ingin menekankan kembali saja bahwa beberapa saham yang telah membentuk pola ini ternyata sudah mencapai target harganya. Believe it or not, pola ini selalu berulang disertai akurasi yang cukup tinggi. Coba anda perhatikan artikel mengenai ANTM dan INCO terbaru

ANTM Membentuk Pola Head & Shoulder. Sell, TP 2000

INCO Membentuk Head & Shoulder, Sell TP 4125

Alhasil kedua saham tersebut telah mencapai target dari pola H&S. Untuk target selanjutnya masih harus menunggu sentimen di bursa, tetapi yang ingin kami jelaskan disini adalah jika anda menemukan pola yang telah kami ulas, anda tahu apa yang harus dilakukan.

Silahkan lihat Grafik dari ANTM dan INCO terakhir ini (bandingkan dengan 2 ulasan ANTM dan INCO terakhir dari link di atas):

ANTM-10-05-12

INCO-10-05-12

Chart Never Lies :)

Skema Utang Piutang Negara – Negara Eropa

Europe Debt

Source: www.falconprivatebank.com

Jika dianggap Yunani sangat bermasalah, bagaimana dengan negara Eropa lainnya di atas ini? Semoga solusi cepat ditemukan.

Klik gambar untuk memperbesar.

Intermezzo: Chart Reflect Everything in The Market.

Walaupun tidak masuk dalam radar investasi kami, pergerakan BSDE (610) hari Kamis lalu sangat menarik perhatian. Diberitakan bahwa saham BSDE dilepas ke investor strategis 23% dibawah harga penutupan sebelumnya (http://www.wisnuwijaya.com/2010/02/bsde-placement-at-23-discount.html). Berita ini keluar cukup mendadak tanpa tercium oleh investor. Alhasil BSDE ditutup turun -22% dari hari sebelumnya.

Ada teman yang mengeluh, “Waduh, gara – gara berita beginian nih saham jadi berantakan”. Pertanyaannya adalah, apakah berita fundamental mampu “mengacaukan” aspek teknikal (dalam hal ini analisa teknikal) yang sedang berjalan?  Sementara jawaban kita bisa iya, bisa tidak. Jika melihat kembali konsep dasar analisa teknikal, disebutkan bahwa segala hal yang berkaitan dengan suatu saham (berita, kegiatan korporasi, sentimen, laporan keuangan, dsb) telah tercermin di harga pasarnya. Kalangan akademis sering menyebutnya dengan istilah ‘Efficient Market Theory / Hypothesis’ (teori pasar efisien). Konsep dasar ini pada intinya menjelaskan bahwa segala hal yang  muncul telah direfleksikan oleh harga saham. Jadi, jika kembali ditanya, apakah aspek fundamental mampu “mengacaukan” aspek teknikal yang telah terbentuk, jawaban yang paling tepat adalah aspek fundamental dan teknikal saling membentuk harga. Kedua hal tersebut berjalan beriringan dan tidak ada yang saling mengacaukan.

Kembali ke BSDE, jika kita jeli (memantau saham ini), ternyata pada hari kamis 24-1-2010 BSDE menunjukkan sinyal “waspada” dimana tutup di 780 dan membentuk pola Head & Shoulder (HnS) dengan harga terendah hari itu 740 yang telah menembus support pola HnS. Sinyal sebelumnya dibentuk pada tanggal 11-02-2010 dimana harga tutup di 800 membreak level support pada uptrendline-nya. Tetapi yang lebih kami tekankan disini adalah pembentukan pola HnS yang menurut pengamatan kami memiliki akurasi 80%. Hanya saja waktu pencapaian target harganya yang berbeda, apakah perlahan atau secepat BSDE. Jika berita tersebar perlahan, harga cendurung turun perlahan dan sebaliknya.

Anda dapat melihat artikel kami yang terdahulu mengenai pola HnS di saham INDF http://galerisaham.com/2009/12/22/head-amp-shoulder-seberapa-efektifkah/

BSDE

Sekarang, apakah harga BSDE (610) sudah merupakan harga yang wajar?

1. Harga placement di level 600, artinya harga pasar di 610 kurang lebih sudah merefleksikan kondisi riil.

2. Target penurunan pola Head & Shoulder (HnS) berada pada kisaran 630. Harga penutupan di 610 tidak terpaut terlalu jauh.

3. Jika kita memakai Fibonacci retracement, dengan memperhitungkan kenaikan BSDE sejak level terendah saat krisis dari Rp. 73 per lembar, fibonacci retracement 61% berada pada level 600! Target fibonacci sementara ini telah tercapai.

Dari 3 hal di atas, dimana 1 diantaranya merupakan aspek fundamental, semuanya menunjukkan bahwa harga 600 – 630 merupakan harga yang ‘wajar’ bagi BSDE. Ada berita fundamental, ada indikator yang memberi sinyal ‘waspada’, dan ada indikator yang memperkirakan target penurunan wajar. Sebuah hal yang sangat menarik dimana mampu menunjukkan sinergi dua ‘aliran’ yang saling berseberangan (fundamental dan teknikal). Di artikel ini kami tidak membahas ‘bagaimana pergerakan BSDE selanjutnya’ tetapi sekadar ingin menunjukkan adanya sebuah kompleksitas pasar modal yang mampu disederhanakan oleh “pemahaman” sebuah pola dan pergerakan harga.

Tambahan:

Mungkin anda ingat dan sempat membaca sebelumnya, GaleriSaham sempat membuat analisa teknikal berikut ini:

ITMG Kembali ke Uptrendline, Trading Buy 23 February ‘10 http://galerisaham.com/2010/02/23/itmg-kembali-ke-uptrend-line-trading-buy/

UNTR Break Resist, Trading Buy 23 February ‘10 http://galerisaham.com/2010/02/23/untr-break-resist-trading-buy/

ASII Peluang Membuat All Time High 17 February ‘10 http://galerisaham.com/2010/02/17/asii-potensi-membuat-all-time-high/

Ketiga saham tersebut ternyata mampu kembali ke uptrendline-nya disaat kondisi pasar yang kurang kondusif. Ada apa gerangan? Ternyata beberapa hari kemudian muncul berita fundamental yaitu berita kenaikan laba bersih perseroan pada akhir February ‘10 (source: Insider Stories)

Low interest & forex gain underpin ITMG

UNTR posts 45% jump in net profit

Astra reaches high record in profit

Terlihat bahwa pergerakan harga saham akan menyesuaikan fundamentalnya, sebaliknya faktor fundamental juga selalu didukung oleh pergerakan harga di pasar.

Kesimpulan:

Artikel ini tidak akan membahas bagaimana harga besok, tetapi bagaimana kita menghadapi market. Artikel ini ingin memberi sedikit gambaran dan wawasan bahwa di dalam pasar modal yang ‘kompleks’ ini, kita dapat membuatnya menjadi lebih simpel / sederhana. Bagaimana? Dengan mempelajari dan memahami pergerakan harga serta tidak lupa membuka mata terhadap informasi yang ada.

“Chart is your friend, always stay ahead the curve”

November 2009, apakah penurunan indeks seperti pada tahun 2008 akan berulang???

Masih jelas di ingatan kita bagaimana krisis ekonomi dunia membuat bursa utama dunia anjlok ke level terendahnya sejak Great Depression 1829. Hal ini menyeret IHSG jatuh dari titik tertinggi di level 2800 menjadi 1100 dalam kurang dari satu tahun.
Apakah akhir tahun 2009 ini akan sama seperti 2008? Jawabannya tidak.
Ada beberapa hal fundamental yang membedakan. Pada tahun 2008, dunia mengalami krisis likuiditas, dimana terjadi credit freeze yang membuat perusahaan – perusahaan kesulitan mempertahankan operasinya disamping penurunan daya beli konsumen. Pada tahun 2009 ini krisis likuiditas sudah tidak terjadi lagi, malahan di Amerika terjadi kelebihan likuiditas sebagai dampak dari program Bailout pemerintah US dan stimulus – stimulus untuk menggerakkan sektor riil.
Hal ini ditunjukkan dengan penurunan drastis pada Libor Rate dari 5% saat puncak krisis financial bulan Oktober 2008 ke level 0.1% per Oktober 2009. Ini mengindikasikan bahwa tingkat likuiditas semakin tinggi.
*LIBOR RATE:
LIBOR Edit

Apa akibat dari tingginya likuiditas di US?

(more…)