Psikologi Trading

Di market itu ada dua tipe kebohongan. Orang yang (secara sadar ataupun tidak sadar) membohongi orang lain dan yang membohongi diri sendiri.

Membohongi orang lain itu mudah ditemukan. Bilang saham A akan naik ke harga sekian, tahu – tahunya turun. Bilang saham B akan turun dalam, malahan naik. Bilang saham C sedang dikumpulin bandar, tahu – tahunya hilang likuiditas nya dan turun terus. Biasanya penyampaian hal di atas tidak dibarengi oleh teori. Pernahkah anda mendapati informasi seperti ini? Sering bukan?

Jadi, darimana kita bisa mencari kejujuran di pasar? Jawabannya ada di harga. Sebagus apapun berita tetapi jikaharganya turun, maka saham tersebut jelek. Sejelek apapun berita tetapi harga sahamnya naik, maka saham itu bagus. Membingungkan? Jadi apa yang salah? Yang salah adalah kita mendengarkan pembohong tersebut:)

Sangatlah penting bagi kita semua untuk mendalami konsep – konsep pergerakan harga di pasar. Jangan hanya sekedar trading karena punya uang dan ingin untung cepat. Sudah banyak korbannya!

Nah, tipe yang kedua adalah orang yang membohongi diri sendiri. Apa maksudnya?

Ini beberapa ciri-nya:

  1. Hold saham yang turun (jelek) padahal ketika beli rencana untuk short term trading (mencari untung)
  2. Jual saham yang naik (bagus) padahal ketika beli rencana untuk long term (Mencari untung yang konsisten)
  3. Saham turun (jelek) tidak mau dijual karena berharap suatu saat akan naik
  4. Saham turun (jelek) tidak mau dijual karena yakin fundamentalnya masih sangat bagus.
  5. Saham turun (jelek) belumlah rugi kalau tidak dijual
  6. Mencari berita / fakta sebagai pembenaran terhadap saham turun (jelek) yang dimiliki

Dari 6 poin di atas, bisa disimpulkan satu hal yakni: Kita cenderung terlalu cepat menjual saham yang naik dan tidak rela menjual saham yang turun. Ketika posisi yang diambil adalah salah, kita cenderung akan mencari informasi yang pada akhirnya memberikan pembenaran atas posisi yang salah tersebut. Bukankah ini membohongi dan membodohi diri sendiri?

Pernah anda mengalami ini?

  1. Setelah menjual seluruh saham dalam portfolio, kita mencari – cari informasi negatif yang mendukung bahwa pasar akan bergerak turun (biar bisa buyback di harga murah)
  2. Ketika portfolio penuh, kita cenderung mencari berita yang positif untuk mendukung pemikiran bahwa semua akan bergerak sesuai harapan.

Jadi, berita yang kita cari pada umumnya yang (ingin) kita sukai bukan? Ini adalah sifat natural manusia dan dimanfaatkan oleh segelintir pihak untuk mengambil keuntungan.

Jadi, bagaimana cara mengantisipasi kebiasaan – kebiasaan di atas? Dengan mempelajari analisa teknikal. Analisa Fundamental bermanfaat untuk mencari perusahaan bagus. Analisa teknikal digunakan untuk TIMING. Dengan timing yang lebih baik, anda akan dapat bertindak dengan lebih akurat dan tentunya sangat objektif. Analisa teknikal membantu anda untuk tahu kapan anda harus membeli, menambah saham, take profit, cutloss, dan sebagainya. Dengan memiliki objektivitas, maka kita bisa menyingkirkan aspek psikologis kita yang relatif mudah dipengaruhi oleh dinamika pasar.

Pada umumnya trader itu rugi karena tidak mampu mengendalikan psikologisnya (perasaan, opini, keyakinan, keras kepala, dll). Dengan analisa teknikal dan percaya kepada pola pergerakan harga, kita bisa menyampingkan faktor negatif dari pikiran kita dan memaksimalkan Timing dari pergerakan harga saham.

Tips untuk tidak membohongi diri sendiri:

  1. Analisa dengan baik apa yang akan anda beli.
  2. Baca berita itu perlu, tapi biasanya sudah terlambat. Ketika berita baik muncul, harga sudah naik jauh hari sebelumnya. Demikian pula sebaliknya
  3. Berita itu bukan untuk di analisa, tetapi untuk di dengar. Yang perlu di analisa adalah efek pemberitaan bagi kinerja perusahaan.
  4. Carilah alasan masuk akal dari riset sebuah saham. Jangan dipercaya mentah – mentah kesimpulannya. Analis juga manusia:)
  5. Buat sebuah rencana, apa yang akan anda beli, di level berapa anda ingin membeli, kriteria apa yang membuah anda harus membatalkan pembelian
  6. Buat rencana, harga berapa akan anda jual, apa kriteria untuk menunda profit taking anda. Kapan anda harus cutloss.
  7. Cutloss itu tidaklah buruk. Cutloss itu menyelamatkan anda dari potensi penurunan yang lebih dalam!
  8. Beli saham perusahaan bagus (Secara fundamental) dengan timing yang tepat (secara teknikal)

Dengan melakukan hal – hal di atas, anda akan jauh lebih objektif dan tentunya tidak mencari pembenaran yang tidak – tidak untuk membohongi diri sendiri. Ingat, pasar itu seperti Tuhan yang baik terhadap orang yang melakukan tugasnya dengan baik. Tetapi tidak seperti Tuhan yang akan sangat kejam bagi orang yang lalai melakukan tugasnya. Pastikan anda sudah melakukan tugas anda dengan baik:)

Kami mohon maaf jika ‘mungkin’ dalam tulisan di atas terdapat kata – kata yang menyinggung. Tidak ada maksud jelek, hanya menyampaikan opini penulis semata. Demikian yang dapat kami sampaikan, semoga bermanfaat!

 

Jika anda sering bertindak terbalik dengan market, jika anda bingung memilih saham yang akan bergerak, jika anda khawatir dengan berita – berita beredar yang pada akhirnya membuat anda kehilangan peluang, dan jika anda sering ‘nyangkut’, GS Premium dapat menjadi solusi terbaik bagi anda untuk membenahi kinerja transaksi selama ini.

Mari bergabung di GS Premium untuk membantu anda memaksimalkan keuntungan transaksi di pasar saham. GS Premium memberikan rekomendasi yang akurat, mudah dipahami, dengan risiko terukur, serta biaya yang sangat kompetitif.

Pin It on Pinterest

Share This