Pengaruh Rangkaian Krisis Eropa Terhadap Indonesia Dilihat Dari Credit Default Swap (CDS)
Krisis utang di kawasan Uni Eropa terus bergejolak dan mengakibatkan ketidakpastian di pasar global. Berbagai solusi yang diajukan masih banyak menimbulkan pertanyaan, apakah masalah akan dapat diselesaikan dengan baik ataukah memunculkan krisis yang lebih besar lagi.
Lima negara Eropa yang disingkat PIIGS (Portugal, Italy, Ireland, Greece, Spain) saat ini menjadi sorotan utama karena merupakan negara dengan rasio hutang tertinggi dan dikhawatirkan dapat menciptakan efek domino negatif terhadap keseimbangan ekonomi global jika masalah tidak cepat diatasi.
Dalam perkembangan ini, kami mencoba menganalisa hubungan antara krisis Zona Eropa saat ini dengan pasar modal Indonesia terkait dengan pergerakan CDS Surat Utang Pemerintah Negara bersangkutan. Seperti yang kita ketahui, CDS adalah Credit Default Swap, Sebuah instrumen proteksi terhadap surat utang yang dibeli. Pihak pembeli surat utang akan membeli CDS untuk memproteksi surat utang yang dibelinya dari risiko gagal bayar / default. Semakin tinggi nilai CDS menunjukkan semakin tinggi permintaan atas CDS bersangkutan. Hal ini menunjukkan semakin banyak pihak yang berekspektasi surat utang tersebut memiliki potensi lebih besar untuk mengalami gagal bayar.
Akankah pasar modal Indonesia terseret, ataukah hanya mengalami koreksi sesaat setelah naik cukup tajam? Berikut kami sajikan grafik perbandingan pergerakan CDS dari 5 negara bermasalah di Eropa (PIIGS) termasuk CDS Indonesia (Desember 2007 – 12 Juli 2011):
CDS Portugal
Untuk info selengkapnya dapat dibaca di SahamKita.com
