Kenapa kebanyakan dari para trader menjual saham terlalu cepat, namun menyimpan saham turun terlalu lama?

Umumnya ada 2 faktor:
1. Kebiasaan trading jangka pendek
2. Tidak rela rugi

Dan pada akhirnya, karena terlanjur menjual dan harga ternyata rally panjang, trader tidak berani untuk buyback. Ketika terlanjut membeli dan harga bergerak turun, trader berharap harga akan naik lagi karena fundamentalnya dianggap masih OK. Istilahnya umumnya: dijual, naik. Dibeli, turun.

Coba lihat gambar di atas. Dengan mengetahui titik H1 & H2 sebagai resisten historis, kebanyakan trader akan mengambil keputusan untuk menjual ketika harga naik dari 1000 ¬†ke 1080 karena ‘takut nanti turun lagi ke support (L2). Naik dikit, dijual aja dulu. Sayangnya, ketika membeli di L2 ternyata harga downtrend terus, kebanyakan tetap hold saham yang dimiliki karena tidak punya risk management yang pasti.

Pasar modal menyediakan berjuta peluang, namun harus ingat selalu ada risiko di dalamnya. Pastikan ketika risiko muncul, kita bisa antisipasi dengan cermat. Jangan mencari pembenaran.

Simak ulasannya pada video dibawah ini & segera SUBSCRIBE Youtube Channel GaleriSaham untuk video pembelajaran berkualitas lainnya.

Free Newsletter

Segera daftarkan email anda ke mailing list kami untuk memperoleh informasi & rekomendasi saham terbaru via email setiap hari secara gratis (tanpa syarat apapun)

Pendaftaran berhasil - Cek email anda untuk proses verifikasi