Konsep Dasar Investasi

Kita semua sadar kalau hampir semua barang harganya selalu naik dari tahun ke tahun? Jika harganya tidak naik, ukuran / isinya yang semakin dikit.

Kita juga sadar jika ada beberapa hal yang nilainya selalu turun dari tahun ke tahun. Mari kita lihat kembali barang – barang yang harganya selalu naik di atas dari sudut pandang berbeda:

  1. Dahulu beli Toyota Kijang butuh Rp. 80 juta, sekarang 1 Kijang Innova butuh Rp. 300-an juta
  2. Dahulu beli makanan per porsi butuh  uang Rp. 3.000. Sekarang Rp. 35.000 per porsi atau lebih.
  3. Dahulu beli rumah / tanah butuh dana Rp. 1 juta per meter persegi. Sekarang, Rp. 15 juta pun belum tentu bisa membeli tanah per meter perseginya.
  4. Dahulu beli ruko butuh biaya Rp. 1/2 Miliar. Sekarang, ada ruko yang harganya Rp. 11 miliar
  5. Dulu mi instan di supermarket bisa kita dapatkan dengan 3 keping logam Rp. 100 perak. Sekarang butuh 3 keping Rp. 500-an.
  6. Dahulu mudah mencari pakaian yang harganya dibawah Rp. 50.000, sekarang hampir semuanya di atas Rp. 100.000
  7. Coba anda hitung, berapa persen kenaikan jajanan kaki lima (misalnya gorengan) dari tahun 2000 hingga sekarang? Dulu Rp. 100 per satuan sekarang Rp. 2.000 per satuan. Jadi, apa yang naik, apa yang turun???

Yang naik adalah nilai barang yang ingin anda beli. Yang turun adalah nilai rupiah di tangan anda. Lupakan tentang kenaikan gaji / pendapatan. Itu hal yang berbeda. Kenaikan harga barang yang ingin kita beli menunjukkan melemahnya nilai (daya beli) rupiah uang di kantong, dompet, ataupun tabungan anda. Inflasi menjadikan nilai Rupiah semakin menyusut. Apakah anda setuju?

Jadi apa hubungan hal di atas dengan Investasi yang menjadi fokus kita saat ini?

Investasi berhubungan dengan pengelolaan dana yang bertujuan menghasilkan return di atas inflasi. Bagaimana pelaksanaannya? Coba bayangkan anda menggunakan uang anda untuk mendirikan (ataupun membeli saham)  perusahaan yang menghasilkan mobil (Toyota Kijang/ Innova), perusahaan yang memproduksi mie instan (Indomie, dll),  mendirikan restoran, perusahaan garmen memproduksi baju, peternakan sapi, atau menyediakan ruko / tanah/ rumah yang bisa dipakai untuk orang lain melakukan usaha di atasnya. Inilah investasi, penggunaan & pengelolaan dana untuk menghasilkan tingkat pengembalian lebih tinggi di atas rata – rata walaupun terkandung unsur risiko didalamnya.

Jadi, dengan kita memiliki perusahaan seperti di atas, kita tinggal menaikkan harga jual jika harga modal kita naik akibat inflasi. Berbeda dengan pekerja yang harus berhemat, menabung lebih banyak di bank, atau mencari kerja tambahan untuk membeli barang yang harganya naik akibat inflasi. Setuju? Cara pertama atau kedua yang anda pilih? Tentunya investasi merupakan pilihan yang sangat menarik. Tidak hanya bisa mengalahkan inflasi, tapi bisa membuat kita lebih makmur karena pertumbuhan bisnis yang lebih tinggi.

Mari kita lihat historis pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sejak tahun 1997. Jika pada akhir tahun 1997 IHSG berada pada level 650, pada tahun 2017 IHSG telah naik berlipat – lipat mencapai level 5700-an. Artinya, sejak tahun 1997 hingga 2017 (20 tahun) IHSG telah tumbuh lebih dari 800% atau rata – rata tumbuh 11.5% – 12% per tahun padahal sudah terkena krisis ekonomi tahun 1998 yang berkepanjangan & 2008 yang cukup singkat. Kenaikan 12% per tahun itu skenario konservatif. Jika ditarik sebelum krisis 2008, dari tahun 2000, maka kenaikan IHSG berada di kisaran rata- rata 18 % per tahun. Bukan hanya dapat mengimbangi kenaikan harga barang akibat inflasi, investasi saham memberikan pertumbuhan yang jauh mengalahkan inflasi.

Jadi, dengan pemahaman konsep dasar investasi ini, anda menjadi lebih paham mengapa investasi itu perlu dan penting bagi orang yang ingin kehidupannya lebih baik dan mencapai impian keuangannya, bukan hanya sekedar hidup dari hari ke hari saja. Setuju? Itu sebabnya setiap orang butuh perencanaan keuangan untuk kemakmuran yang lebih baik. 

Kami ada program yang tepat untuk perencanaan keuangan personal Anda. Cek seminar kami mengenai financial planning untuk persiapan pensiun disini.

Free Newsletter

Segera daftarkan email anda ke mailing list kami untuk memperoleh informasi & rekomendasi saham terbaru via email setiap hari secara gratis (tanpa syarat apapun)

Pendaftaran berhasil - Cek email anda untuk proses verifikasi