Bursa saham Indonesia sedang diguncang oleh beberapa sentimen negatif seperti Inflasi yang tinggi, rencana pencabutan subsidi BBM, pemulihan perekonomian Amerika yang mengakibatkan sebagian dana asing keluar dari Indonesia, dan lain – lain. Apakah Indonesia sedemikian jeleknya sehingga sedikit saja berita negatif yang keluar menjadikan bursa dan perekonomian kita rontok? INGAT, Indonesia mampu melewati krisis 2008 dengan pertumbuhan ekonomi yang tetap tinggi dan positif mengungguli negara – negara maju dan berkembang lainnya. Coba lihat emiten – emiten kerap mencatat hasil  kinerja gemilang semenjak 2008. Pencabutan subsidi BBM dalam jangka pendek mungkin menimbulkan shock, tetapi ingatkah anda tahun 2005 dimana harga premium naik menjadi 4500? Apakah anda tidak memakai mobil lagi? Apakah orang tidak memakai motor lagi? Apakah rakyat berhenti makan? Apakah perekonomian kita terhenti? Apakah bank menghentikan penyaluran kredit? Apakah kenaikna BBM tersebut menjatuhkan kinerja perusahan solid seperti ASII, INDF, BBCA, BMRI, UNVR, AALI, LSIP, KLBF, dan lain sebagainya? Saya yakin anda tahu jawabannya adalah tidak. Sebaliknya mereka kerap mencatatkan rekor kinerja yang terus membaik.

Silahkan baca: Daftar Saham BEI

Pertanyaannya adalah, haruskah kita panik menghadapi penurunan IHSG yang tajam saat ini? Saya akan memberi 2 jawaban: Jika anda seorang investor fundamental, anda seharusnya senang karena momen ini dapat dipakai untuk kembali membeli saham – saham pilihan anda dengan harga murah. Jika anda seorang trader, anda tidak akan panik karena anda sudah memiliki trading plan yang jelas dan tahu persis kapan anda harus jual, profit taking, ataupun cutloss dan saat ini anda hanya memiliki sedikit saham dan banyak cash. kerugian bulan Januari tentu sedikit nilainya jika dibandingkan keuntungan anda tahun 2010 bukan? Apakah anda termasuk salah satu dari dua hal yang saya sebutkan? Jika bukan, mungkin anda perlu membenahi konsep investasi dan trading plan anda lebih baik di tahun 2011 ini.

“Good trader know when to buy, when to sell, when to cut-loss, or when to wait & not to take any position. Good trader don’t trade the trend, good trader hold the trend. Good trader have a good money (portfolio) management. Good trader is discipline & win the market”

Anda akan mendapatkan rekomendasi Jual hampir di semua rekomendasi kami. Jika anda memiliki barang, ada baiknya melakukan Sell on Strength. Dengan demikian anda akan bergabung dengan kelompok yang saat ini menunggu untuk menampung saham – saham tersebut di harga bawah. Jangan pasrah pada market. Coba perhatikan beberapa target harga turun yang menjadi area menarik untuk melakukan pembelian. Ingat, investasi saham bukanlah permainan, tetapi perlakukanlah dengan serius sebagai bisnis.

Rekomendasi: Sell, lalu Buy on Weakness. Jika ternyata saham anda sudah turun terlalu dalam dan anda tidak mampu melakukan cutloss, anda dapat menunggu harga mencapai target untuk melakukan averaging down. Bagi yang telah memiliki cash, jangan terburu – buru masuk karena not everyday is a trading day 🙂 Tunggu rekomendasi kami selanjutnya saat waktu untuk melakukan pembelian tiba. Semoga rekomendasi kami dapat membantu teman – teman semua.

Nb: Jika anda belum mendaftarkan email ke YahooGroups, daftarkan segera karena program email subscription yang lama akan segera kami non-aktifkan karena keterbatasan kapasitas server.

Best regards,

GaleriSaham.com