Target Tercapai, Kemanakah Rupiah Akan Berlabuh Selanjutnya?

USD 1yr

Dear All,

Berikut kami tunjukkan grafik pergerakan nilai tukar Rupiah terhadap US Dollar (USD) yang kerap kami tunjukkan pada event TAMPro & WorkPRO sejak 2 tahun terakhir. USD per hari ini telah mencapai target kenaikannya di 12642 seperti yang telah diulas sebelumnya pada artikel khusus GS Premium: ‘Memperkirakan Arah US Dollar: Strong Uptrend?‘ pada bulan September 2014 kemarin ketika USD berada dibawah level 11800. Saat ini posisi USD berada di atas rangkaian moving average-nya dimana MA50 > MA100 > MA200. Hal ini mengindikasikan USD berada dalam fase tren naik. Segala koreksi pada USD selama tidak lebih rendah dari level 12100 hanyalah tergolong minor correction dalam sebuah tren naik.

Bahkan kenaikan USD kali ini bagi kami terlalu cepat, di luar perkiraan walaupun secara teknikal mengarah dengan tepat. Semoga pemerintah dapat bertindak dan memberikan arahan kepada pasar agar ketidakpastian yang terjadi ini dapat mereda dan Rupiah pun bisa kembali stabil. Belum tentu turun, tetapi setidaknya stabil dan terjaga dengan baik. Karena inilah yang paling penting bagi dunia usaha bukan? Stabilitas. 

Apa skenario selanjutnya? Pantau level 12642. Jika terdapat intervensi dan USD bisa turun kebawah level tersebut, maka USD cenderung akan berkonsolidasi dalam range 12314 – 12642. Namun jika USD tidak mampu kembali kebawah level 12642, suka atau tidak suka, terbuka ‘peluang’ penguatan menuju 13200.

Mungkin ada pertanyaan, mengapa di era pemerintahan baru ini Rupiah terus terpuruk? Kebanyakan pakar ekonomi menyebutkan level 11000 adalah level wajar. Ketika 11500 disebut over-react, ketika di 12000 dianggap sudah selayaknya nilai fundamental Rupiah/US dollar di level ini. Namun? Market is always right & they are ‘wrong’. Dalam hal ini, Global market is always right. Believe what you see, not what you hear.

Jadi, apa bahasa sederhananya? Ekonomi kita adalah ekonomi ‘terlanjur basah’. Mengapa? Bertahun – tahun (belasan tahun bahkan) sebelumnya kita fokus impor, bukan menguatkan ekspor. Semua diimpor, bahan baku produksi diimpor, fashion pun impor. Kedele untuk tahu tempe, susu, bahkan kebutuhan pokok pangan pun impor. Apa yang di ekspor? Bensin? Tidak, kita ini importir bensin. Yang diekspor kebanyakan komoditi & sekarang harga komoditi anjlok. Akhirnya neraca perdagangan kita defisit, negatif. Impor lebih banyak daripada ekspor.

Oke, bahasanya masih sulit & terlalu teoritis? Anggap ekspor itu kita menjual barang = mendapatkan uang. Impor adalah membeli barang = mengeluarkan uang. Jika pengeluaran lebih besar daripada pemasukan, apa yang terjadi? Besar pasak daripada tiang bukan? Inilah permasalahannya, salah satu penyebab nilai mata uang kita terus melorot.

Negara yang net-exporter mata uangnya kuat. Negara yang net-importer mata uangnya lemah > Ini rumus sederhananya.

Banyak yang perlu dilakukan pemerintah dengan segera dan tegas untuk mengatasi ekonomi yang ‘terlanjur basah’ ini. Semoga dengan pengurangan subsidi BBM, pemerintah memiliki anggaran yang besar untuk membangun hal yang produktif dan dapat memajukan perekonomian Indonesia kembali🙂

Bagi investor & trader, apakah harus keluar dari pasar saham? Sementara ini tren IHSG dan beberapa saham didalamnya masih dalam fase tren naik. Hanya saja harus lebih selektif dalam memilih saham. Bingun dengan fundamental? Gunakan analisa teknikal karena terbukti sangat objektif. Fokus pada saham – saham infrastruktur, konstruksi dan yang lainnya dapat dipantau di watchlist harian GS Premium anda.

Note: Analisa USD di atas menggunakan pendekatan analisa teknikal. Ulasan tambahannya di bawah adalah pendapat penulis. Mohon maaf jika ada yang kurang berkenan. Terima kasih.

 

Dapatkan update informasi mengenai pasar saham, rekomendasi harian, tips & trik investasi saham secara GRATIS tanpa syarat apapun. Mari bergabung di mailing list GaleriSaham.com dengan mengirimkan email kosong ke: galerisaham-subscribe@yahoogroups.com.

Pasar modal Indonesia masih sangat menjanjikan, jangan sampai anda hanya jadi penonton saja:)

 

Pin It on Pinterest

Share This