Cara Mengatasi Inflasi

Hidup itu tidak bisa lepas dari inflasi. Setuju?

Tampak ada beberapa hal yang berkaitan dengan perekonomian kedepan yang kami lihat cukup ‘menantang’, antara lain:

  1. Peluang kenaikan BBM
  2. Kenaikan TDL
  3. Inflasi yang relatif tinggi
  4. Nilai tukar Rupiah yang cenderung melemah.

Secara historis pun tampak bahwa rata – rata inflasi di antara 6% – 8%. Apa yang akan kita hadapi? Biaya hidup yang semakin tinggi. Apakah pendapatan anda juga meningkat beriringan? Ingat, Inflasi 6% – 8% merupakan level minimum karena tidak sedikit barang – barang yang kita beli saat ini naik lebih dari 10% / tahun. Kami lebih suka menggunakan tingkat inflasi sebesar 12.5% untuk internal kami. 5 tahun lalu makan di food court mall masih bisa di bilangan Rp. 25.000,- per orang, sekarang? minimal Rp. 50.000,-. Berapa tingkat inflasinya?

Dengan inflasi riil sebesar (anggap saja) 10%, kita membutuhkan sebuah instrumen lindung nilai untuk menjada aset anda. Ingat, jika anda adalah pekerja anda juga berlaku sebagai konsumen. Anda umumnya menjadi ‘korban‘ inflasi. Kenaikan gaji juga diikuti kenaikan biaya hidup. Ingat, biaya bahan pokok yang naik akibat akan ditransfer oleh produsen kepada konsumen dengan meningkatkan harga jual bukan?

Jadi, apa yang bisa anda lakukan dan andalkan? Milikilah perusahaan. Bangunlah sebuah bisnis yang memberikan penghasilan tambahan dimana kenaikannya lebih tinggi daripada inflasi. Inflasi adalah masalah sangat amat serius.

Coba anda bayangkan, jika anda memiliki tabungan Rp. 1 miliar saat ini, 20 tahun lagi ketika anda pensiun nilainya ekuivalen Rp. 100 juta jika anda menabung di bank! Walaupun dana tersebut tidak dipakai sama sekali dan jumlah nol di belakang tidak berubah, daya beli uang anda terpangkas hingga 90%. Apakah anda ingin pensiun berkecukupan atau berkekurangan?

Jadi, tantangan saat ini bukan hanya mencari dan mengumpulkan uang saja, tetapi bagaimana memproteksi hasil jerih payah anda selama ini agar nilainya tidak ‘menguap’ oleh musuh yang dinamakan inflasi. Anda tidak sendiri, inflasi tidak hanya terjadi di Indonesia. Negara lain pun mengalami hal yang sama.

Kembali ke topik solusi memiliki bisnis, ada beberapa opsi yang anda miliki. Membangun bisnis dari nol, kerjasama dengan orang lain membangun sebuah bisnis, dll. Pertanyaannya, berapa besar peluang keberhasilannya?

Ada opsi lain yakni menanamkan modal pada perusahaan yang secara sistem, manajemen, kinerja, serta Good Corporate Governance yang sudah teruji & bisa diandalkan. Inilah yang anda dapatkan dengan berinvestasi saham (baik untuk capital gain maupun memperoleh deviden). Jangan tergiur investasi dengan iming2 return 3% per bulan ya:p

Coba lihat, pada akhir tahun 2004 IHSG berada di level 1000. Saat ini (sepuluh tahun kemudian) berada di level 5000-an. Terdapat kenaikan sebesar 5x lipat. Jika pada tahun 2004 anda memiliki saham senilai Rp. 1 miliar, maka 10 tahun kemudian nilainya menjadi Rp. 5 miliar. Ini rata – rata lho, ada saham bagus yang kenaikannya berkali lipat daripada kenaikan IHSG.

Pada tahun 2004 harga toyota Camry adalah Rp. 400 juta. Saat ini (10 tahun kemudian) hampir Rp. 600 juta. Ada kenaikan sebesar 50%.

Jika anda berinvestasi dengan benar, maka harga barang yang terkena inflasi akan tampak semakin murah dalam hal daya beli. Kok bisa?

Dengan acuan pertumbuhan IHSG, dana Rp.1 miliar anda di tahun 2004 bisa membeli 2,5 mobil, sepuluh tahun kemudian bisa membeli 8.3 mobil. Padahal harga mobil sudah naik 50% lho. Menarik? Tentu!

Jika anda tidak mengenal investasi saham, uang 1 miliar anda tabung di bank pada tahun 2004. Pada tahun 2014 kurang lebih menjadi Rp. 1,2 miliar (asumsi bunga 2% sebelum pajak). Jika pada tahun 2004 anda bisa membeli 2.5 mobil Camry, sepuluh tahun kemudian anda bisa membeli 2 mobil saja. Lho, kok menurun? inilah inflasi:)

Mengatasi inflasi bukan dengan menuntut pemerintah mengendalikan inflasi karena inflasi juga bisa terjadi karena tingginya permintaan.Contohnya? tingginya permintaan akan Toyota Avanza. Di awal peluncuran harganya Rp. 100 juta. 10 tahun kemudian mencapai Rp. 200 juta atau naik 100%. Tetapi jika anda menginvestasikan uang anda dengan benar, inflasi 100% dalam 10 tahun di Avanza tidak akan menjadikan anda kesulitan membeli mobil ini bukan?

Inilah pentingnya investasi. Investasikan uang anda secara aktif di sebuah usaha / bisnis, baik bisnis yang anda dirikan sendiri, bersama partner bisnis, ataupun bisnis orang lain yang sudah berjalan dengan baik dan memiliki prospek pertumbuhan yang tinggi. Pertanyaan paling penting adalah: Kapan anda akan memulainya? Kapan anda akan serius menjalankannya? Kapan anda akan meraih ‘buah’nya? Jawabannya akan sangat tergantung dengan apa yang anda lakukan.

Mulailah mendalami investasi saham. Dengan demikian tingkat kemakmuran serta keamanan ekonomi anda bisa tetap terjaga.

 

Dapatkan update informasi mengenai pasar saham, rekomendasi harian, tips & trik investasi saham secara GRATIS tanpa syarat apapun. Mari bergabung di mailing list GaleriSaham.com dengan mengirimkan email kosong ke: galerisaham-subscribe@yahoogroups.com .Jika diminta untuk memasukkan komentar, cukup tulis nama lengkap anda:)

Pasar modal Indonesia masih sangat menjanjikan di tahun 2015, jangan sampai anda hanya jadi penonton saja:)

Pin It on Pinterest

Share This