DOID Diusulkan Rights Issue Minimal Rp1.400

http://web.bisnis.com/berita-populer/1id171519.html

Selasa, 30/03/2010 00:40:19 WIB

Oleh: Wisnu Wijaya

JAKARTA (Bisnis.com): Beberapa manajer investasi meminta manajemen PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) untuk melaksanakan rights issue minimal di harga Rp1.400 per saham, sama dengan harga private placement pada November tahun lalu.

Dua manajer investasi mengatakan manajemen DOID sebaiknya segera mengumumkan mengenai kepastian harga rights issue untuk mencegah harga saham berkode DOID turun lebih dalam.

“Kami mengusulkan agar manajemen DOID rights issue di harga Rp1.400. Jika di bawah harga itu, lebih baik rights issue dibatalkan karena aksi korporasi tersebut bisa merugikan investor yang membeli saham DOID saat private placement pada November tahun lalu,” ujarnya kepada Bisnis.com tadi malam.

Sekretaris Perusahaan DOID Andre Soelistyo belum bersedia berkomentar lebih jauh mengenai hal itu.
(more…)

Insider Stories: DOID in Net Loss, BUMA Remains Intact

.
Banyak yang bertanya – tanya perihal penurunan harga saham DOID di pasar. Isu beredar bahwa DOID akan right issue di kisaran IDR 1400 per lembarnya. Di bawah ini terdapat berita mengenai DOID yang diambil partner kami. Selamat membaca.
.
Author: Insider Stories | Posted at: 9:49 PM |

Mar 16, 2010

Filed Under:

PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) suffered a consolidated net loss last year on the back of property assets write-off and a tiny contribution of Indonesia second largest coal mining contractor PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA).
A source familiar with the matter said despite a minimum impact of BUMA consolidation starting on November last year, BUMA’s profit last was eroded by cost of bond issue worth US$600 million.
“BUMA didn’t make any steep growth in net profit in Q4 compared to Q3 last year,” the source said to Insider Stories. Other source said BUMA’s bottom line last year was close to Rp1 trillion.
As of September last year, BUMA posted Rp3.79 trillion of net revenue and Rp704 billion of net profit, growing 20.6% and 67% respectively compared to the same period in 2008.
Coal production slightly rose 2.7% to 23.1 million tons by the end of September last year compared to the same period 2008, while overburden removal grew 24% YoY to 206.3 million bank cubic meter. Debt to equity ratio steeply feel from 1.9x to 1x while net cash flow remained intact.
Despite the exit from two contracts, Truba Coal Manunggal and Sebuku in first quarter 2009, BUMA posted 20.6% growth in net revenue as of September 2009 compared to the same period in 2008. BUMA’s net profit jumped 67% YoY partly underpinned by Rp206 billion foreign exchange gain compared to Rp800 million loss in September 2008.
But, BUMA’s profitability, gross margin, operating margin, and EBITDA margin, droped to 26.6%, 22.9%, and 39% respectively by the end of September 2009 from 27.4%, 23.9%, and 41.4%.  BUMA’s net margin increased from 13.4% as of September 2008 to 18.5% last year.
Based on data from Indonesia Stock Exchange, DOID shares dropped to Rp1,400 per share on last Friday, the lowest closing level in 60 trading days on the back of rights issue rumor. But, DOID Corporate Secretary Andre Soelistyo said Delta Dunia Makmur doesn’t has any plan to rights issue. “We are not in the process of rights issue,” he said.
How about BUMA’s fiercest contender, PT Pamapersada Nusantara, Indonesia largest coal mining contractor?
For the first nine months operation last year, Pama posted 33% jump in revenue from 8.27 trillion to Rp10.99 trillion, taking 52% of UNTR consolidated revenue. PAMA enabled to increase gross margin from 20.2% to 21.7% as of September 2009.
PAMA’s coal production rose from 44.3 million tons by the end of September 2008 to 48.5 million tons, while overburden removal rose from 329.5 million bcm to 435.5 million bcm by the end of September 2010.
Posted in Berita Saham Lokal. Tags: . No Comments »

News: DOID to Grab 3 Million Ton of Coal From DEWA

DOID to Grab 3 Million Ton of Coal From DEWA

PT Delta Bumi Makmur Tbk (DOID) via its subsidiary PT Bukit Makmur Mandiri Utama (BUMA) has an opportunity to take up roughly 3 million ton annually of coal production at mine site of PT Kaltim Prima Coal from PT Darma Henwa Tbk (DEWA).

In a company research report published by Macquarie Equity Research today, the brokerage initiates with an outperform and sets up a price target of Rp1,950 per share. DOID now is traded 5.38% jump to Rp1,760 from opening level of Rp1,670 per share.
BUMA has signed head of agreement with both KPC and DEWA for a possible coal subcontracting in KPC mine site.
“We initiate coverage on DOID with an outperform rating and a target price of Rp1,950, representing 23% upside to the current share price. We (more…)

Investor Summit 2009 – Likuiditas Tinggi, Pasar Saham Cerah

Update dari Investor Summit 2009: acara yang sangat meriah dan animo masyarakat terlihat sangat tinggi. Terlihat dari jumlah pengunjung yang ramai sehingga jalanpun susah. Antrian makanan sangat panjang sehingga makanpun susah:) Tampak animo masyarakat Indonesia terhadap investasi di pasar modal semakin meningkat dari tahun ke tahun. Namun ada yang paling menarik dan ditunggu – tunggu semua pengunjung, yaitu paparan outlook ekonomi 2010 oleh praktisi – praktisi pasar modal termasuk Ibu Menteri Sri Mulyani.

Hal yang menarik disebutkan bahwa semenjak krisis global tahun 2008 lalu, jumlah uang beredar melonjak akibat stimulus – stimulus yang digelontorkan masing – masing negara. Bank – bank sentral terus mencetak uang sehingga likuiditas sangat tinggi. Kemana uang tersebut ditempatkan? Terlihat banyak aliran dana masuk ke pasar komoditas, pasar uang, dan pasar modal (saham dan obligasi). Likuiditas tersebut mengakibatkan kenaikan harga – harga seperti yang telah terjadi sepanjang 2009 ini. Mereka memprediksikan aliran dana akan terus masuk, terutama ke negara berkembang seperti Indonesia. Akibatnya, potensi kenaikan harga sangat amat terbuka, terutama tahun 2010 nanti yang mereka perkirakan IHSG akan mampu mencapai level tertingginya sepanjang sejarah di level 3000, artinya ada potensi kenaikan +/- 25% dari level sekarang. Ada yang bertanya kok cuman 25%? analis – analis cenderung membuat proyeksi yang konservatif sehingga tidak menutup kemungkinan untuk melakukan revisi seiring berjalannya waktu. Prediksi aliran dana masuk ini kurang lebih sekitar 2 tahun. Sarannya “jangan sampai ketinggalan kereta”.

Seperti yang kita ketahui, aliran dana ini sering disebut Hot Money, yang cepat masuk akan cepat keluar. Tetapi inilah pasar keuangan, dimana pasar akan bereaksi lebih cepat dibandingkan sektor riil. Aliran uang selalu bergerak lebih dahulu sebelum pembangunan suatu proyek. Sama seperti orang naik parasailing, boat penarik bergerak lebih dahulu baru orang terangkat ke atas, demikian pula boat berhenti terlebih dahulu sebelum orang tersebut turun. Saat ekonomi suatu negara diprediksi akan membaik, saat belum terjadi hal yang signifikan di sektor riil, pasar modal sudah naik mendahuluinya sehingga Index harga saham sering disebut sebagai Leading Indicator kondisi ekonomi suatu negara. Di saat kondisi pasar yang cenderung mendatar ini, alangkah baiknya kita semua mulai menata ulang portofolio untuk mempersiapkan tahun 2010 besok.

Untuk penjelasan lebih detil mengenai peningkatan likuiditas yang disebutkan di atas, anda dapat membuka halaman (Page) “Market Report” di sebelah kiri halaman atau paling atas yang telah kami tuliskan pada awal november kemarin, berisi tentang apa yang akan terjadi saat jumlah uang beredar sangat tinggi.