«

»

Mar 15

Dampak Bencana Tsunami Jepang Terhadap Indonesia

Pembaca yang terhormat,

Seperti yang kita ketahui, bencana dasyat yang menimpa jepang mau tidak mau akan mempengaruhi perekonomian negara bersangkutan dan juga Indonesia. Kami mencoba mengulas sedikit bagaimana pengaruh yang mungkin terjadi antara lain:

  1. Jepang adalah salah satu kontributor besar dalam penanaman modal asing di indonesia. Bencana di Jepang jelas akan mempengaruhi investasi Jepang di Indonesia serta perdagangan antar negara.
  2. UNTR dan ASII akan menjadi salah satu emiten yang dirugikan dari bencana ini. Komatsu yang merupakan produk utama UNTR diproduksi di area bencana dan mengkontribusikan 40 – 50% pendapatan UNTR atau sekitar 10% laba. Sedangkan ASII memiliki risiko yang terbatas hanya pada UNTR itu sendiri yangmengkontribusikan sekitar 17% laba. Untuk sektor otomotif umumnya sudah diproduksi di dalam negeri sehingga dapat dikatakan hampir tidak berisiko.
  3. HEXA dengan merk Hitachi akan menerima dampak yang lebih buruk daripada UNTR karena UNTR masih memiliki usaha bidang kontraktor pertambangan (Pamapersada).
  4. Pada akhirnya, rekonstruksi di Jepang akan meningkatkan permintaan akan komoditas (ingatkah anda akan pembangunan besar di China dan Dubai?) Jelas rekonstruksi Jepang akan dilaksanakan dengan agresif mengingat pemulihan perekonomian dibutuhkan segera untuk kesejahteraan masyarakat setelah krisis global.
  5. Penggunaan energi Nuklir yang jelas berbahaya dalam kondisi alam yang tidak menentu akan melambat, diperkirakan akan dialihkan sebagian ke Batu Bara dan Gas. Tampaknya tidak hanya Jepang, negara tetangga pun akan berpikir untuk mengalihkan sebagian pembangkit energi ke Batubara atau Gas.
  6. Ketegangan di timur tengah akan dikesampingkan untuk sementara waktu dengan fokus ke rekonstruksi Jepang. (harga minyak cenderung lebih stabil)

Kesimpulan: Pantau saham – saham berbasis komoditi seperti Batubara, metal, dan Gas. Saham – saham yang tidak terkait langsung terhadap bencana Jepang juga layak diperhatikan seperti perbankan, konsumsi, dan farmasi.

Disclaimer ON: Tulisan di atas adalah pendapat penulis sebagai hasil penghimpunan beberapa riset yang diperoleh.

 

Leave a Reply