Intermezzo: Chart Reflect Everything in The Market.

Walaupun tidak masuk dalam radar investasi kami, pergerakan BSDE (610) hari Kamis lalu sangat menarik perhatian. Diberitakan bahwa saham BSDE dilepas ke investor strategis 23% dibawah harga penutupan sebelumnya (http://www.wisnuwijaya.com/2010/02/bsde-placement-at-23-discount.html). Berita ini keluar cukup mendadak tanpa tercium oleh investor. Alhasil BSDE ditutup turun -22% dari hari sebelumnya.

Ada teman yang mengeluh, “Waduh, gara – gara berita beginian nih saham jadi berantakan”. Pertanyaannya adalah, apakah berita fundamental mampu “mengacaukan” aspek teknikal (dalam hal ini analisa teknikal) yang sedang berjalan?  Sementara jawaban kita bisa iya, bisa tidak. Jika melihat kembali konsep dasar analisa teknikal, disebutkan bahwa segala hal yang berkaitan dengan suatu saham (berita, kegiatan korporasi, sentimen, laporan keuangan, dsb) telah tercermin di harga pasarnya. Kalangan akademis sering menyebutnya dengan istilah ‘Efficient Market Theory / Hypothesis’ (teori pasar efisien). Konsep dasar ini pada intinya menjelaskan bahwa segala hal yang  muncul telah direfleksikan oleh harga saham. Jadi, jika kembali ditanya, apakah aspek fundamental mampu “mengacaukan” aspek teknikal yang telah terbentuk, jawaban yang paling tepat adalah aspek fundamental dan teknikal saling membentuk harga. Kedua hal tersebut berjalan beriringan dan tidak ada yang saling mengacaukan.

Kembali ke BSDE, jika kita jeli (memantau saham ini), ternyata pada hari kamis 24-1-2010 BSDE menunjukkan sinyal “waspada” dimana tutup di 780 dan membentuk pola Head & Shoulder (HnS) dengan harga terendah hari itu 740 yang telah menembus support pola HnS. Sinyal sebelumnya dibentuk pada tanggal 11-02-2010 dimana harga tutup di 800 membreak level support pada uptrendline-nya. Tetapi yang lebih kami tekankan disini adalah pembentukan pola HnS yang menurut pengamatan kami memiliki akurasi 80%. Hanya saja waktu pencapaian target harganya yang berbeda, apakah perlahan atau secepat BSDE. Jika berita tersebar perlahan, harga cendurung turun perlahan dan sebaliknya.

Anda dapat melihat artikel kami yang terdahulu mengenai pola HnS di saham INDF http://galerisaham.com/2009/12/22/head-amp-shoulder-seberapa-efektifkah/

BSDE

Sekarang, apakah harga BSDE (610) sudah merupakan harga yang wajar?

1. Harga placement di level 600, artinya harga pasar di 610 kurang lebih sudah merefleksikan kondisi riil.

2. Target penurunan pola Head & Shoulder (HnS) berada pada kisaran 630. Harga penutupan di 610 tidak terpaut terlalu jauh.

3. Jika kita memakai Fibonacci retracement, dengan memperhitungkan kenaikan BSDE sejak level terendah saat krisis dari Rp. 73 per lembar, fibonacci retracement 61% berada pada level 600! Target fibonacci sementara ini telah tercapai.

Dari 3 hal di atas, dimana 1 diantaranya merupakan aspek fundamental, semuanya menunjukkan bahwa harga 600 – 630 merupakan harga yang ‘wajar’ bagi BSDE. Ada berita fundamental, ada indikator yang memberi sinyal ‘waspada’, dan ada indikator yang memperkirakan target penurunan wajar. Sebuah hal yang sangat menarik dimana mampu menunjukkan sinergi dua ‘aliran’ yang saling berseberangan (fundamental dan teknikal). Di artikel ini kami tidak membahas ‘bagaimana pergerakan BSDE selanjutnya’ tetapi sekadar ingin menunjukkan adanya sebuah kompleksitas pasar modal yang mampu disederhanakan oleh “pemahaman” sebuah pola dan pergerakan harga.

Tambahan:

Mungkin anda ingat dan sempat membaca sebelumnya, GaleriSaham sempat membuat analisa teknikal berikut ini:

ITMG Kembali ke Uptrendline, Trading Buy 23 February ‘10 http://galerisaham.com/2010/02/23/itmg-kembali-ke-uptrend-line-trading-buy/

UNTR Break Resist, Trading Buy 23 February ‘10 http://galerisaham.com/2010/02/23/untr-break-resist-trading-buy/

ASII Peluang Membuat All Time High 17 February ‘10 http://galerisaham.com/2010/02/17/asii-potensi-membuat-all-time-high/

Ketiga saham tersebut ternyata mampu kembali ke uptrendline-nya disaat kondisi pasar yang kurang kondusif. Ada apa gerangan? Ternyata beberapa hari kemudian muncul berita fundamental yaitu berita kenaikan laba bersih perseroan pada akhir February ‘10 (source: Insider Stories)

Low interest & forex gain underpin ITMG

UNTR posts 45% jump in net profit

Astra reaches high record in profit

Terlihat bahwa pergerakan harga saham akan menyesuaikan fundamentalnya, sebaliknya faktor fundamental juga selalu didukung oleh pergerakan harga di pasar.

Kesimpulan:

Artikel ini tidak akan membahas bagaimana harga besok, tetapi bagaimana kita menghadapi market. Artikel ini ingin memberi sedikit gambaran dan wawasan bahwa di dalam pasar modal yang ‘kompleks’ ini, kita dapat membuatnya menjadi lebih simpel / sederhana. Bagaimana? Dengan mempelajari dan memahami pergerakan harga serta tidak lupa membuka mata terhadap informasi yang ada.

“Chart is your friend, always stay ahead the curve”

UNTR Break Resist, Trading Buy

UNTR

UNTR tutup di 17300 menembus resistnya di 17200. Harga berada di atas uptrend-line. Target rebound ke 17900 (+3.4% upside). Jika mampu break, akan menguji level tertingginya di 18850 (+8.9% upside). Support di 16650 yang menjadi area untuk stop loss. Stochastic menunjukkan overbought, tetapi merujuk kenaikan bulan Januari, UNTR tetap bisa rebound tinggi jika market mendukung. Trading Buy

Disclaimer ON

ITMG Kembali ke Uptrend Line. Trading Buy

ITMG

ITMG (31750)  berhasil tutup di atas 31500. Dengan demikian saham ini kembali berada di atas uptrend line dan MA50-nya. Jika mampu menembus 32000, selanjutnya ke 32950 (+3.7% upside). Perhatikan GAP di 33300 (+4.8% upside) yang menjadi target ideal untuk rebound. Support di 30550 (-3.7% downside). Trading Buy

Disclaimer ON

TLKM Potensi Rebound. Trading Buy

TLKM

TLKM (8500) sudah mencapai level koreksi-nya di 8200 dimana penurunan tertahan oleh garis support kritis MA200. Penutupan membentuk pattern Hammer yang juga sempat terjadi pada bulan Oktober 2009 mengindikasikan tanda – tanda untuk reversal (rebound). Target rebound adalah 8800 (+3.5% upside), selanjutnya 9100 (+7.0% upside). Perhatikan ada GAP di 9200 dimana umumnya Gap akan menjadi target rebound suatu saham. Support di 8400, stop loss jika turun ke bawah level ini dengan target selanjutnya di 8000 (-5.8% downside)

Disclaimer ON

ADRO Membentuk Symetrical Triangle, Buy on Weakness

ADRO

ADRO (1810) membentuk pula Symetrical Triangle. Sempat beberapa kali ADRO membentuk pola triangle diakhiri dengan break ke atas. Pada pola terakhir ini, ADRo menguji resistnya di 1860 (+2.7% upside). Jika mampu break target ke 1910 (+5.5% upside) selanjutnya menguji level tertingginya di 2075 (+14.6% upside) dengan target jangka menengah di 2300. Stop loss jika break di bawah 1780 (-1.6% downside) dengan target penurunan di 1750 (-3.3% downside). Perlu diperhatikan jika ADRO turun ke bawah 1750, ada peluang besar menuju 1510 ( -16,5% downside) yang merupakan GAP saat break out pada bulan november 2009 kemarin. Jika melihat kondisi stochastic yang sudah over-sold, direkomendasikan untuk Buy on Weakness dengan memperhatikan support – support penting di atas.

Disclaimer ON

DOW Peluang Konsolidasi, Menguji MA50.

DOW

Setelah rebound beberapa hari ini, kenaikan mulai tertahan di area resistnya 10374 yang merupakan garis MA50-nya. MA50 yang selama ini menjadi garis support Dow saat ini menjadi garis resist. Hal ini didukung oleh Upper Bollinger Band yang telah tercapai. Terlihat akan ada sideways atau koreksi untuk sementara waktu. Suport untuk koreksi normal di 10200. Stop loss jika melebihi level ini.

Disclaimer ON

Posted in Analisa Teknikal. Tags: . No Comments »

IHSG Mencoba Menembus Resist.

IHSG

IHSG terlihat tertahan pada garis uptrend line-nya pada level 2560. Selain itu, level harga ini juga terdapat MA50 dan MA20-nya  Jika mampu ditembus, peluang ke 2591 dan 2619. Support di 2534.

Disclaimer ON

Posted in Analisa Teknikal. Tags: . No Comments »

BUMI Speculative Buy

BUMI

Jika diperhatikan, pola BUMI (2300) saat ini berada di bawah garis MA200 dan tertahan pada garis resist / short-term downtrendline-nya (Garis 2), mirip sekali dengan pola pada garis 1. dimana jika mampu break resist, harga berpeluang rebound cukup tinggi walaupun stochastic oscillator sama – sama menunjukkan sinyal overbought. Jika BUMI mampu break 2350  (upside 2.1%) dengan volume besar, peluang rebound ke 2625 (+14.1% upside) cukup tinggi. Support di 2100 (-8.6% downside).

Disclaimer ON

IHSG: Chinesse New Year Rally?

IHSG kembali menguat seiring rally pada bursa – bursa regional. Merujuk pada Posting IHSG terakhir:

http://galerisaham.com/2010/02/16/beautiful-closing-ihsg-tp-2591-2630/

IHSG telah mem-break 2 resist sekaligus dengan MACD yang Golden Cross. Dengan demikian IHSG kembali berada di atas garis support up tren-nya. Target selanjutnya di 2591 dan 2620. Jika break, 2730 sangat mungkin tercapai. Seperti rekomendasi pada ulasan – ulasan terakhir, yang telah melakukan buy on weakness beberapa hari terakhir akan menjadi pihak yang sangat diuntungkan. Potensi untuk posisi Long sangat dianjurkan. Jika kondisi pasar global terus membaik, ada peluang bagi IHSG untuk mencoba kembali mencapai level tertingginya sepanjang sejarah dengan target di kisaran 2850 (Hingga saat ini regional masih mendukung ke arah sana). Stop loss di 2534.

Liriklah saham – saham bluechip dan second liner seperti INTP, PTBA, BBTN, BUMI, DOID, BBRI, ADRO, ITMG, ASII, dan UNTR (silahkan lihat ulasan – ulasan terbaru dan yang sebelumnya, they’re still on the right track)

Tetap konsisten dengan trading plan masing – masing.

Disclaimer ON

Posted in Analisa Teknikal. Tags: . No Comments »

ASII Potensi Membuat All Time High

ASII

ASII (36200) mendekati resistnya di 36500. Jika berhasil menembus, akan membuat All Time High menuju ke 37700 (+4.1% Upside), dengan target Break selanjutnya di 39700 (+9.6% Upside). Sinyal beli dengan MACD Golden Cross disertai ADX meningkat. Stop Loss di 35000 (-3.3% Downside)

Disclaimer ON